5 Youtuber Cewek Ini Ngajak Kita Lebih Peduli Kaum Difabel

Keterbatasan nggak menghalangi 5 Youtuber ini buat berkarya. Malah lewat video blog (vlog)  yang mereka upload, cewek-cewek ini ngajak kita buat lebih peduli sama kaum difabel. Yuk liat siapa aja mereka dan pesan positif apa yang berusaha mereka bagiin.

 

1. RIKKI POYNTER

Rikki Poynter adalah cewek tunarungu berusia 26 tahun yang suka ngebuat video tentang kepedulian terhadap kaum tunarungu, pentingnya captionmental health, feminisme, dan Pokemon yang adalah games kesukaannya he he..  if you’re looking to learn about the deaf community, Rikki’s channel is a perfect place to start. Gogirl! terutama tertarik banget nih sama isu caption yang sering dia omongin di channel-nya.

Kalian pernah kepikiran nggak sih betapa pentingnya caption buat orang-orang kayak Rikki ini? Sayangnya, nggak semua video di Youtube dilengkapi dengan caption yang akurat. Automatic captioning sama sekali nggak ngebantu dan open caption bahkan suka dijadiin bahan becandaan sama orang-orang yang dengan sengaja nulis caption sembarangan. Padahal kayak kata Rikki, ada jutaan orang yang bergantung pada caption tersebut buat bisa memahami isi video. Makannya dia ngebuat kampanye berjudul #NoMoreCraptions dan #LIGHTSCAMERACAPTION yang bermaksud ningkatin kepedulain orang-orang, terutama YouTuber lain, tentang pentingnya menyertakan closed caption yang akurat dalam video-video mereka.

 

2. CLAIRE WINELAND

Claire Wineland adalah cewek 20 tahun pengidap cystic fibrosis (CF) atau fibrosis sistikkelainan genetik yang mempengaruhi paru-paru dan sistem pencernaan. Lewat channel Youtube-nya yang dinamai “The Clarity Project”, Claire banyak ngejawab pertanyaan dan sharing tentang kehidupan dan penyakitnya ini. Sayangnya, Claire terpaksa berhenti nge-upload video tahun lalu karena masalah dengan perusahaan yang ngebantu dia memproduksi The Clarity Project. Sekarang dia pindah ke channel dengan namanya sendiri, Claire Wineland, walaupun belum upload banyak video. Selain itu cewek kelahiran tahun 1997 ini juga aktif di Claire’s Place Foundation, organisasi non-profit  yang dia bentuk buat ngasih dukungan secara mental maupun finansial buat para pengidap CF lainnya.

 

3. MARIMAR QUIROA

Meet Marimar Quiroa, the girl behind “MakeupArtistGorda66”. Karena cystic hygroma atau tumor wajah yang dideritanya sejak lahir, Marimar nggak bisa menggunakan bagian mulutnya dengan baik. Tapi kondisinya ini nggak memghalangi dia buat ngelakuin hal yang dia suka yaitu makeup! Lewat channel YouTube-nya, Marimar meng-upload makeup tutorial dengan sign language buat para tunarungu dan orang-orang yang punya masalah pendengaran.

What I like about makeup and beauty is imagining new looks, especially around the eyes, and showing people they’re beautiful no matter what”, kata cewek 23 tahun ini dalam wawancaranya bersama Dailymail. Setelah melalui berbagai operasi dan prosedur, Marimar decided to embrace her beauty dan lewat video-videonya, dia bener-bener mengubah standar kecantikan yang ada di kepala kita with her powerful message of self-love.

 

4. LANINKA SIAMIYONO

Another special makeup vlogger is here dan dia berasal dari Indonesia! Laninka adalah penderita rehumatoid anthritis (RA), penyakit yang menyebabkan radang pada sendi dan membuat dia nggak bisa nekuk sikut serta kedua tangannya. Seperti dikutip dari BBC Indonesia, cewek 27 tahun ini juga harus menggunakan kursi roda selama 13 tahun terakhir. Lewat channel YouTube-nya ”The Wheelchair Girl” yang baru mulai aktif 2017 lalu, Laninka nunjukkin gimana dia tetep bisa merias wajahnya sendiri dengan keterbatasannya. Dia pelan-pelan belajar make makeup dengan bantuan brush yang diiket ke alat pukul dan pijat berbentuk tangan kecil kayak yang bisa diliat di video-videonya.

 

5. LOLO

Ada juga Lolo yang berusaha nunjukkin lewat channel Youtube-nya “Sitting Pretty Lolo” kalo orang-orang dengan keterbatasan fisik juga bisa enjoy and have a fun life. Kayak Laninka, Lolo harus pergi ke mana-mana dengan kursi roda, tepatnya karena amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang dideritanya – penyakit sistem saraf di mana sel-sel tertentu di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan. Di video-video yang dia upload, Lolo nunjukkin kalo kehidupan orang-orang dengan keterbatasan fisik kayak dia nggak selamanya depressing, sad, or anything less than amazing. Dia nge-vlog tentang gimana kehidupannya sehari-hari, mulai dari datingdisability fashion tutorials, sampe everyday challenges dealing with society. Kepribadiannya yang bubbly dan asyik ngebuat video Lolo nggak ngebosenin buat ditonton, but we can still learn a lot from it.