Belum Dapet Kerja Setelah Lulus Kuliah? Mungkin Kamu Perlu Baca Ini

Belum Dapet Kerja Setelah Lulus Kuliah? Mungkin Kamu Perlu Baca Ini

“Wah.. udah sarjana ternyata. Sekarang kerja di mana?”.
“Belum dapet kerja juga? Udah nunggu berapa lama?”.
“Perasaan kamu tiap hari leha-leha doang di rumah. Nyari kerja nggak sih?”

 

Siapa nih fresh graduate yang sekarang lagi mengalami masa-masa ini? Baru juga lulus kuliah eh udah ditanyain sama orangtua, keluarga besar, dan temen-temen sekarang kita kerja di mana. Duh.. nggak tau apa kalo kita juga lagi ikhtiar? Tuntutan sosial kayak gini nih yang seringkali membuat kita pada akhirnya asal ngirim lamaran dengan tujuan yang penting dapet kerja. Makannya nggak heran juga kalo banyak di antara kita berakhir dengan profesi dan/atau tempat kerja yang sebenernya nggak terlalu kita inginkan.

Chief Academic Office Sampoerna University Dr. Marshall Schott Ph.D di acara pembukaan Game Changer Fest, Kamis (25/1) lalu bilang kalo hampir setengah lulusan universitas di Indonesia butuh waktu kurang lebih satu tahun buat dapet pekerjaan pertamanya. Yap, satu tahun bisa dibilang merupakan periode yang cukup lama. Waktu tunggu inilah yang biasa disebut sebagai waiting period atau idle timyang lamanya ditentukan oleh berbagai faktor, dan mungkin banget nggak sama antara satu orang dengan orang lainnya.

Selain karena yang dihadapi oleh para job seeker sekarang adalah kompetisi global, nggak sedikit juga di antara kita yang dianggap belum siap kerja karena ternyata kita nggak punya skill (baik hard skill maupun soft skill) yang dicari perusahaan dari calon karyawannya. Katanya sih hal ini biasanya terjadi karena kita terlalu fokus mempelajari hard skill pada saat kuliah, sehingga kita lupa mengasah soft skill yang sebenernya paling dibutuhin di dunia kerja. Hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmu yang kita pelajari, sedangkan soft skill merujuk pada keterampilan kita dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skills) dan dalam mengatur diri kita sendiri (intrapersonal skill).

 

IT’S OKAY TO TAKE A BREAK

Well, nggak bisa dipungkiri kalo di mata masyarakat idle time yang terlalu lama seringkali diliat sebagai sesuatu yang negatif. Makannya ngerasa tertekan buat segera dapet kerja begitu lulus kuliah tuh biasa banget dirasakan oleh para fresh graduate kayak kitaPadahal menurut Gogirl!, istirahat sejenak sebelum terjun ke dunia kerja tuh sah-sah aja kok! Malahan beberapa di antara kita sebenernya butuh idle time ini karena alesan-alesan sebagai berikut:

 

1. WE NEED TIME TO RECHARGE

Take a break before your break”.

Ada yang ngerasa nggak kalo sejak SD, SMP, SMA, sampe kuliah kita kayak lari maraton tanpa istirahat? Somehow kayak ada aturan nggak tertulis kalo setelah lulus sekolah kita harus kuliah dan setelah kuliah kita harus kerja – kalau nggak ya ngelanjutin studi lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal bagi beberapa anak muda di negara lain, hal yang biasanya mereka lakuin setelah lulus kuliah adalah pergi liburan buat refreshing lhoSo, kenapa kita nggak bisa melakukannya juga? Go and explore yourselfWe need time to recharge our energy dan idle time inilah momen yang bisa banget kita manfaatin.

 

2. WE NEED TIME TO THINK WHAT WE REALLY WANT TO DO

Daniel Rembeth, Markets Group Director of PwC Indonesia yang juga merupakan salah satu pembicara di Game Changer Fest bilang kalo hal pertama yang harus kita lakuin setelah lulus kuliah adalah pikirin apa yang bener-bener pengen kita kerjain setelah ini. Tanyain pada diri sendiri, apa passion kita dan pekerjaan apa yang pengen kita tekuni? Terkadang untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut emang butuh waktu dan menurut Gogirl! kalo kita belum berhasil menemukannya di bangku kuliah, kita masih bisa kok memikirkannya sekarang sambil melakukan kegiatan-kegiatan lain di masa idle time kita. Dengan gini, semoga aja kita terhindar dari profesi dan tempat kerja yang sebenernya nggak kita minati – walaupun sebenernya kita tetep bisa mikirin apa passion kita dan apa yang pengen kita lakuin bahkan sambil bekerja sih.

 

3. WE NEED TIME TO PREPARE FOR THE JOB

Sebenernya ini nih alesan terpenting. Kayak yang udah dijelasin di atas, beberapa di antara kita ternyata dinyatain belum siap kerja bahkan setelah tiga sampai empat tahun kuliah karena kita nggak punya skill yang dibutuhin. Kabar baiknya, it’s never too late to learn! Sambil istirahat, gunain juga deh idle time kita buat mempersiapkan diri dengan mengasah soft skill yang belum kita punya. Pak Daniel mengingatkan kalo soft skill ini penting banget buat kita kuasai karena apapun profesi kita dan di mana pun kita bekerja nantinya, kita pasti membutuhkannya. Coba ngobrol sama senior-senior yang udah lebih dulu berkecimpung di bidang yang kita minati dan tanya apa yang kira-kira harus kita siapin buat memulai karier di bidang tersebut. Boleh juga tanya ke mereka apa yang sekiranya kurang dari kita sehingga sampe sekarang kita belum keterima kerja di tempat yang kita inginkan.

 

KEEPING YOURSELF MEANINGFULLY BUSY

Ini dia dilemanya. Nggak bisa dipungkiri kalo periode idle time bakal jadi salah satu hal yang dipertimbangin oleh para perekrut ketika mutusin buat nerima atau nggak nerima kita sebagai pegawai. Perusahaan biasanya bakal mempertanyakan apa aja yang kita lakuin selama periode tersebut, terutama kalo idle time kita cukup lama. And well, tentunya mereka nggak bakal nyari orang yang cuma leha-leha doang di rumah lah ya..

Dikutip dari New York TimesAmericas director of recruiting di Ernst & Young Dan Black bilang kalo sebagai perekrut, calon pekerja yang mereka cari adalah orang-orang yang “keeping themselves meaningfully busy. Yap, walaupun kita pengangguran, bukan berarti kita nggak bisa ngisi waktu dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat kan? Kalo bisa sibukin deh diri kita dengan ikutan seminar, les, diskusi, magang, atau volunteer yang bisa nambah ilmu dan pengalaman kita. Katherine Brooks, director of liberal arts career sevices di University of Texas nambahin kalo cara paling tepat buat mengisi idle time kita adalah dengan mempersiapkan diri buat pekerjaan yang mau kita lakuin nantinya.

Your focus should be on developing skills you need for employment and learning about your industry,” kata Katherine yang juga adalah penulis buku You Majored in What? ini. “This is also a good time to build your network. Do some virtual networking through a social media campaign,” lanjutnya.

Well, gimana kalo kita mutusin buat pergi liburan dalam waktu yang cukup lama kayak yang dilakuin oleh anak-anak muda di negara Barat sana? Dikutip dari getoveryoujob.com , career adviser dari Blue Bridge Career Coaching Elizabet Atcheson bilang kalo it’s generally okay to go ahead with it, asalkan kita bisa menjelaskan dan memberikan pembenaran ketika ditanya oleh pihak HRD nanti tentang kenapa kita mutusin buat pergi mengeksplorasi diri sebelum akhirnya mutusin buat cari kerja. Lebih keren lagi kalo kita bisa menjelaskan apa yang kita pelajari dari perjalanan kita tersebut. “If you explored something of keen interest to you during that time and can talk about what you learned, most hiring managers will not hold that few months’ gap against you,” jelasnya.

 

IN SHORT

Intinya mah take your time guys! Semua orang punya time zone masing-masing dan kapan kita dapet kerja adalah bagian dari timing tersebut.Tapi bukan berarti kita cuma diem aja ya. Yang bisa kita lakuin adalah berusaha nikmatin dan manfaatin idle time yang lagi kita jalanin sekarang biar bisa ngasih dampak positif buat karier yang bakal kita jalanin nantinya.

About the Author: cs_hansoncoid

You might like